Perbedaan stategi negara Islam antara Bush dan Obama
Monday, 07 December 2009 17:15

Kalau ada konflik internal di negara Islam antara moderat dan radikal, biasanya Pemerintah Bush akan memihak moderat dengan memberikan bantuan dan menyerang pihak radikal dengan cara yang cukup agresif. Ini menyebabkan meningkatnya anti amerika di banyak negara Islam. Pemerintah Obama cederung menghindari campur tangan dan lebih menaruh harapan bahwa proses demokrasi akan memberikan peluang bagi Islam moderat untuk berkembang. Penulis berita mengambil contoh pemerintah dan pemilu di Indonesia dan membaiknya pandangan rakyat Indonesia terhadap AS.

http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2009/10/24/AR2009102402279.html

 
2 Presidents
Tuesday, 27 October 2009 20:33
Last Updated on Tuesday, 03 November 2009 20:54
 
Taujih Ust. Dr. Hidayat Nur Wahid di Houston
Thursday, 16 July 2009 09:31

Houston, Texas - Pada hari Rabu (15 July 2009) setelah sholat subuh berjamaah bertempat di Masjid Al-Farouq, Houston, Texas Amerika Serikat, Ust. Dr. Hidayat Nur Wahid berkesempatan untuk memberikan taujih kepada Kader PKS di Amerika Utara disela-sela agenda padat beliau selama kunjungan ke Washington DC dan Houston, Texas, Amerika Serikat.

Acara ini didengarkan oleh seluruh Kader PKS dari ujung timur New York sampai ke ujung barat di LA, dari utara Boston sampai selatan San Diego.

Ust. menceritakan apresiasi yang ditunjukkan oleh Anggota Congress Amerika Serikat terhadap kemajuan Demokrasi yang dilaksanakan di Indonesia. Namun masih ada saja kekhawatiran dari mereka akan adanya hidden agenda dari PKS.
Beberapa hal yang pernah Ust sampaikan dihadapan Anggota Congress, Mantan Menhan AS, dan Mantan PM Singapura untuk menepis kekhawatiran tersebut adalah:

1. Pada tingkat lokal, PKS telah membuktikan baik di kota metropolitan Jakarta yang selalu dimonitor oleh media massa atau di daerah terpencil seperti Halmahera Selatan, bhw PKS tidak membuat Perda yang menganaktirikan kaum minoritas.

2. Pada tingkat Nasional spt lembaga MPR juga mengedepankan kepentingan Bangsa.

3. Pada bidang executive, Mentan dan Menpora tidak mengutamakan hanya petani Muslim atau atlet Muslim.

4. Benar PKS membantu Aceh yang mayoritas Muslim, tapi PKS juga menbantu korban gempa P. Roti, gempa Papua, dan banjir di Sumut yang mayoritas non-Muslim. Dalam membantu korban, PKS tidak memandang agama.

Pada akhirnya Ust mengingatkan kita semua untuk bisa terus berkarya karena Islam adalah rahmatan lil'alamin.

 
Ringkasan Penjelasan 11 Poin Perjanjian Kerjasama Antara PKS dan Partai Demokrat
Saturday, 04 July 2009 00:31

Ringkasan Penjelasan 11 Poin Perjanjian Kerjasama Antara PKS dan Partai Demokrat

 

Berikut ini penjelasan Bapak Budiyanto, Biro Hubungan Luar Negeri (BHLN) PKS, tentang “11 Poin Perjanjian Kerjasama Antara PKS dan Partai Demokrat” yang dipaparkan pada saat “Deklarasi Kebulatan Tekad untuk Memenangkan Pasangan SBY-Boediono” yang diadakan oleh PKS Amerika di Maryland pada hari Minggu tanggal 28 Juni yang lalu.

 

PKS dan Partai Demokrat telah menandatangani Piagam Kerjasama dan kesepakatan operasional koalisi. Kata kunci Piagam Kerjasama adalah kesepakatan memberikan respon dengan mengutamakan prinsip kepedulian dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat Indonesia (Tingkat Nasional). Untuk lingkup regional dan internasional mempelopori ketertiban dunia dan konsisten mendukung perjuangan bangsa-bangsa yang belum merdeka seperti Palestina dan negara lainnya.

 

11 Poin Target Kerja Koalisi

 

1. Kepemimpinan Nasional: Mengusung pemimpin yang visioner, tegas, bersih dan loyal serta membangun sistem dan budaya yang kondusif bagi kepentingan negara dan bangsa.

 

Visioner:

Pak SBY lebih visioner dibandingkan dengan dua capres lainnya. Beliau sudah punya konsep tentang pembangunan Indonesia di 2025. Dan telah dijalankan di tahap awal lima tahun yang lalu.  Sedangkan yang lainnya belum ada buktinya dan masih gambling. Pak SBY mungkin memiliki kesalahan tetapi bukan kesalahan yang besar (raportnya nggak ada merahnya).

 

Bersih:

Pak SBY juga paling bersih dibandingkan presiden-presiden sebelumnya. Walaupun belum sempurna beliau terbukti mau melakukan pemberantasan korupsi bahkan besannya sampai sekarang masih diproses.

 

Loyal:

Tentang masalah loyalitas, Pak SBY lebih loyal disbanding dengan capres lainnya. Pada saat dua kali reshuffle cabinet, Pak JK mengusulkan dua menteri PKS dicopot. Kemudian Pak SBY mengatakan bahwa beliau sudah berjanji dengan umat melalui PKS supaya dua menterinya didudukan dalam posisi mereka tersebut. Disini terlihat SBY lebih loyal disbanding JK terhadap umat.

 

Memilih pemimpin adalah memilih yang mana lebih maslahat buat umat, bukan mana yang bentuk luarnya saja lebih Islami.

 

Lebih kondusif bagi kepentingan negara dan bangsa:

Pak SBY sering kali dimintai oleh orang-orang partainya untuk menjalankan orang-orang partainya untuk kepentingan pelaksanaan proyek, kepentingan jabatan, dll., tetapi beliau lebih mementingkan kepentingan nasional dari pada permintaan partainya sendiri. Hal ini berbeda dengan dua capres yang lain. Megawati banyak mengganti jabatan-jabatan yang semuanya harus dari partainya. JK kepentingan-kepentingannya juga sangat banyak, sehingga saat beliau menjadi wapres kemarin, banyak orang-orang partainya yang masuk bahkan melebihi orang-orang president yang ada di birokrat. Bisa dibayangkan bila ia menjadi presiden.

 

Kepentingan kelompok yang terlalu dominant ini yang dikhawatirkan oleh PKS akan mengganggu kepentingan bangsa dan negara yang mana harus diutamakan.

 

2. Pemberantasan KKN: Penegakan hukum yang sungguh-sungguh dan konsisten tanpa pandang bulu.

 

Point ini sudah dijelaskan dalam point “Bersih” di atas.

 

3. Sistem Demokrasi yang Dinamis dan Stabil: Terciptanya pemerintahan yang kuat, memberikan keleluasaan diangkatnya alternatif dan solusi KEISLAMAN dan KEBHINEKAAN.

 

Ada capres yang terlalu mengangkat kebhinekaan dan tetapi kurang mengangkat masalah keislaman, padahal 90% bangsa Indonesia adalah beragama Islam. Ada capres yang terlalu mementingkan keislaman dalam “slogan-slogan”-nya, tetapi kurang mementingkan kebhinekaan. Pak SBY adalah yang terbaik untuk kedua masalah ini.

 

4. Reformasi Birokrasi: Membangun birokrasi bersih, peduli, profesional berbasis meritokrasi dan mengedepankan prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.

 

Hal ini sudah dibuktikan di pemerintahan SBY di Departemen Pertanian. Birokrasi sejak saat Presiden Indonesia yang pertama sudah memiki nuansa kolusi yang sangat kuat. Sebagai contoh apabila seseorang ingin masuk menjadi pegawai negeri harus jual tanah, dll. Anehnya sampai hari ini mereka tidak ada yang dihukum, saking lihainya mereka dalam melakukan hal ini.

 

Di Departemen Pertanian, Departemen Keuangan, Departemen Luar Negeri telah dijalankan system meritokrasi dan seleksi yang lebih adil. Hal ini telah dilakukan pada masa SBY, dan profesionalisasi di Departemen Keuangan juga sudah dilakukan. Selanjutnya, pada periode 2009-2014 kita akan tingkatkan dan laksanakan di Departemen lainnya melalui koalisi dengan SBY ini.

 

5. Otonomi Daerah yang Efektif dan Efisien: Otonomi daerah ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah dalam bingkai NKRI.

 

Intinya adalah bagaimana caranya membangun daerah yang mandiri tetapi tidak lepas dari NKRI. Yang dulunya sentralistik, sekarang bagaimana desentralisasi ini diwujudkan dengan pola kerja sama yang bagus dan bersih. Salah satu otonomi daerah yang diberi keluasaan yang sangat tinggi oleh SBY adalah Papua sehingga saat ini mereka sangat merimpah ruah dengan kekayaan materinya.

 

6. Ekonomi yang Kuat dan Mandiri: Berpihak kepada EKONOMI KERAKYATAN dalam rangka kesetaraan dan keadilan.

 

Ekonomi kerakyatan dalam point ini sekaligus menepis issue neolib. Dalam neolib tidak ada intervensi pemerintah. Neolib itu full diserahkan kepada market. Sementara saat Boediono menjadi Menteri Koordinator Ekuin, ia memberikan keputusan yang tidak sesuai dengan neolib yaitu BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada rakyat. Intervensi ini tidak dibenarkan dalam Neolib.

 

Demikian juga intervensi pemerintah dalam membuat peraturan pemerintah tentang ekonomi syari’ah. Itu adanya pada saat Boediono menjadi Menteri Keuangan. System Syariah itu ditangani Syukuk Syariah.

 

Sehingga konsep Neolib yang disebut-sebut di Indonesia itu sebenarnya tidak ada pelaksanaannya.

 

7. Kedaulatan Pangan, Energi, dan Air: Kemandirian pangan, energi dan air melalui program ekstensifikasi, intensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi.

 

Pangan:

Sudah terbukti alhamdulillah kementrian yang dipimpin oleh PKS telah mencapai swasembada pangan. Nanti insya Allah, jika PKS lagi yang menjadi menteri, kita mempunyai program swasembada daging dan swasembada kedelai. Kedelai kita masih import, padahal kita makan tempe sehari-harinya. Insya Allah, kedua swasembada ini bisa dilakukan. Kita sudah memiliki tahapan untuk mencapai swasembada tersebut. Mudah-mudahan PKS dipercayakan kembali untuk memegang Departemen Pertanian sehingga bisa melanjutkan program ini karena hal ini akan meningkatkan kemandirian pangan bangsa kita.

 

Energy:

Membangun pusat-pusat listrik bertenaga air yang masih banyak belum terbangun. Juga pembagkit listrik tenaga geothermal yang bisa membangkitkan ratusan juta megawatt khususnya yang ada di daerah Jawa Bali.

 

Air:

Di Jakarta banyak gedung lama yang rusak karena adanya penurunan permukaan tanah  hampir setengah meter disebabkan air yang disedot secara berlebihan. Hal ini tentunya membahayakan dan sedang digarap oleh pemerintah penganggulangannya.

 

Demikian juga masalah masuknya air laut ke daratan karena penyedotan air tawar ini. Hal ini juga sedang dipikirkan pengangulangannya, seperti menggunakan penyulingan air laut yang dirubah menjadi air tawar.

 

8. Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran: Mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta peluang usaha, akses informasi pemasaran dan permodalan.

 

Periode terakhir masalah penganguran masih belum terselesaikan, bahkan penganguran bertambah. Hal ini disebabkan oleh krisis global ekonomi yang tidak bisa dihindarkan oleh semua negara. Akan tetapi kondisi kita masih lebih bagus dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Bahkan dibandingkan dengan Singapura kita masih lebih bagus. Singapura pertumbuhan ekonominya 5%, sedangkan Indonesia 6%.

 

Di era SBY inilah, beliau membangun system UKM, mikro-finance Usaha Kecil Menengah. Kepedulian beliau terhadap pengentasan kemiskinan ini benar-benar ditunjukkan melalui peningkatan Usaha Kecil dan Menengah ini.

 

9. Membangun Martabat Bangsa: Penguatan moral bangsa dan penguatan budaya asli bangsa, relijius, gotong royong melalui gerakan kebudayaan.

 

Selama belasan tahun PKS berdakwah, kita hanya bisa melakukan dua hal: pelayanan sosial dan pendidikan masyarakat melalui majelis taklim dan penyuluhan. Padahal masyarakat perlu untuk disentuh dengan program-program pembedayaan ekonomi, program penyuluhan keluarga, dll.

 

Aset-aset bangsa kebaikan bangsa sudah mulai hilang. PKS berkehendak memulihkan kembali asset-aset kebaikan ini seperti gotong-royong, pelayanan religii, e.g. mengurusi mayat, mengurusi pernikahan dan perceraian, dll.

 

Dalam pemerintahan sebelumnya uang “bantuan modal” memang turun kemasyarakat akan tetapi tidak ada pembedayaan masyarakat sehingga 90% modal yang diturunkan kepada masyarakat tidak kembali (yang mana jumlahnya triliunan rupiah). Modal tersebut ada yang jadi DVD, VCD, motor, dll. Hal ini terjadi karena tidak dibarenginya program “bantuan modal” ini dengan pembedayaan masyarakat.

 

Dalam pemerintahan sebelum-sebelumnya martabat bangsa ini kurang diperhatikan, sehingga mereka tidak malu menjual pulau, BUMN, dll hanya untuk kepentingan uang. Tindakan seperti ini tentunya menjatuhkan martabat bangsa.

 

Selain pembedayaan ekonomi, yang perlu dibangun untuk meningkatkan martabat bangsa ini adalah peningkatan pertahanan keamanan. Pertahanan Keamanan kita sangat rendah sehingga kita tidak bisa bertindak secara tegas (dalam hal mobilisasi militer) apabila adanya pelanggaran dari negara tetangga.

 

Pembedayaan ekonomi dan pengingkatan HANKAM ini tidak bisa dilakukan oleh PKS sendiri, oleh sebab itu perlu adanya koalisi.

 

10. Kesempatan Pendidikan: Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh rakyat untuk mendapatkan pendidikan.

 

Dalam bidang ini Alhamdulillah sudah banyak peningkatan-peningkatan. SD-SD sudah mulai gratis, dan sebentar lagi SMP. PKS juga mendirikan LSM-LSM untuk membantu duafa yang kerap kali dimintai biaya-biaya tambahan dari sekolah yang nota-bene sudah gratis.

 

11. Kesehatan Paripurna: Mewujudkan sehat paripurna melalui pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau.

 

Ketika SBY menaikkan BBM, rasionalisasinya adalah karena memang semua negara menaikkan BBM karena harga minyak naik. Kenaikkannya saat itu melebihi apa yang direncanakan oleh APBN, sehingga pemerintah menombok belasan trilliun.

 

PKS datang kepada SBY pada saat itu dan meminta agar post subsidi ini diarahkan ke Pendidikan (point ke 10 di atas) dan Kesehatan. Alhamdulillah saat ini banyak orang-orang miskin yang menjadi ringan ketika mereka harus menghadapi masalah-masalah kesehatan. Siapapun orang miskin yang dioperasi dan kemudian ia mengajukan kepada RT/RW dan lurah, insya Allah ia akan mendapakan pelayanan gratis. Hal ini tidak terjadi pada masa sebelumnya yang mana seseorang yang miskin akan menghadapi hambatan ketika mereka harus pergi ke rumah sakit.

 

Kemajuan ini dilaksanakan pada era SBY yang merupakan hasil koalisi kita dengan SBY.

 

Disamping ke sebelas point di atas, dibandingkan dengan partai-partai lain, partai Demokratlah yang paling besar komitmentnya terhadap perjanjian-perjanjian yang telah disepakati dibandingkan dengan partai-partai dari Capres lainnya.

 

 

 

 
11 Poin Perjanjian Kerjasama Antara PKS dan Partai Demokrat
Tuesday, 30 June 2009 23:52

11 Poin Perjanjian Kerjasama Antara PKS dan Partai Demokrat

PKS dan Partai Demokrat telah menandatandatangani Piagam Kerjasama dan kesepakatan operasional koalisi. Kata kunci Piagam Kerjasama adalah kesepakatan memberikan respon dengan mengutamakan prinsip kepedulian dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat Indonesia. Untuk lingkup regional dan internasional mempelopori ketertiban dunia dan konsisten mendukung perjuangan bangsa-bangsa yang belum merdeka seperti Palestina dan negara lainnya.

11 Poin Target Kerja Koalisi:

1. Kepemimpinan Nasional: Mengusung pemimpin yang visioner, tegas, bersih dan loyal serta membangun sistem dan budaya yang kondusif bagi kepentingan negara dan bangsa.

2. Pemberantasan KKN: Penegakan hukum yang sungguh-sungguh dan konsisten tanpa pandang bulu.

3. Sistem Demokrasi yang Dinamis dan Stabil: Terciptanya pemerintahan yang kuat, memberikan keleluasaan diangkatnya alternatif dan solusi KEISLAMAN dan KEBHINEKAAN.

4. Reformasi Birokrasi: Membangun birokrasi bersih, peduli, profesional berbasis meritokrasi dan mengedepankan prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.

5. Otonomi Daerah yang Efektif dan Efisien: Otonomi daerah ditujukan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah dalam bingkai NKRI.

6. Ekonomi yang Kuat dan Mandiri: Berpihak kepada EKONOMI KERAKYATAN dalam rangka kesetaraan dan keadilan.

7. Kedaulatan Pangan, Energi, dan Air: Kemandirian pangan, energi dan air melalui program ekstensifikasi, intensifikasi, diversifikasi dan rehabilitasi.

8. Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran: Mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi serta peluang usaha, akses informasi pemasaran dan permodalan.

9. Membangun Martabat Bangsa: Penguatan moral bangsa dan penguatan budaya asli bangsa, relijius, gotong royong melalui gerakan kebudayaan.

10. Kesempatan Pendidikan: Memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh rakyat untuk mendapatkan pendidikan.

11. Kesehatan Paripurna: Mewujudkan sehat paripurna melalui pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau.

Piagam Kerjasama di tandatangani tanggal 15 Mei 2009 oleh Presiden dan Sekjen PKS serta Ketua Umum dan Sekjen Partai Demokrat.

Last Updated on Wednesday, 01 July 2009 10:39
 
Perwakilan PKS di AS Deklarasikan Dukungan Terhadap SBY-Boediono
Tuesday, 30 June 2009 00:42

Perwakilan PKS di AS Deklarasikan Dukungan Terhadap SBY-Boediono
Irwan Nugroho - detikPemilu

Washington DC - Perwakilan PKS di Amerika mendeklarasikan kebulatan tekad untuk memenangkan pasangan SBY-Boediono. Deklarasi ini dihadiri oleh kader dan simpatisan PKS dari Washington DC, Atlanta, Virginia, dan Maryland.

Menurut Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PIP PKS Amerika Serikat (AS) dan Kanada Rudi Himawan, deklarasi itu digelar pada Minggu 28 Juni yang lalu.

Biro Hubungan Luar Negeri (BHLN) PKS Budiyanto dalam kesempatan tersebut memaparkan 11 poin perjanjian kerjasama antara PKS dan Partai Demokrat.

"Sesi tanya jawab seputar sikap dan kebijakan PKS menghangatkan suasana deklarasi pemenangan ini," kata Rudi dalam keterangan pers yang diterimadetikcom, Selasa (30/6/2009).

Menurutnya, Budi mengatakan, PKS memilih capres SBY-Boediono dengan pertimbangan maslahat paling baik untuk umat. Keberhasilan SBY selama menjadi Presiden Indonesia dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan komitmen SBY terhadap kontrak politik yang lebih baik dibandingkan capres lainnya, menjadi nilai tambah dalam pertimbangan PKS untuk berkoalisi.

Budi seperti disampaikan Rudi, menjelaskan bahwa isu ekonomi neolib terbantahkan dengan melihat track record kebijakan Boediono pada waktu menjadi Menteri Ekuin, seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan Ekonomi Syariah. Bahkan peraturaan Ekonomi Sukuk Syariah disyahkan pada masa Boediono menjadi Menteri Ekuin adalah bukti bahwa Budiono bukan penganut neolib.

"Untuk memberikan informasi kepada para kader PKS dan simpatisan di Amerika, Budiyanto juga akan mengunjungi kota-kota lain seperti New York, Chicago, Urbana, dan St Louis," terang Rudi.
( irw / irw )

Sumber: detik.com

 

 

 
Daftar Caleg PKS Dapil DKI2 & Luar Negeri
Monday, 30 March 2009 16:43

Daftar caleg-caleg PKS Dapil DKI2 & Luar Negeri sesuai dengan nomer urut. Klik gambar atau nama caleg untuk informasi lebih detail tentang masing-masing caleg. 

1. DR. Mohamad Sohibul Iman2. Ir. Akhmad Faradis
 Sohibul Iman Akhmad Faradis
3. DR. Siti Nursanita Nasution4. Fitra Arsil, SH., MH 
 Nursanita Nasution Fitra Arsil
5. Abdul Muiz Saadih, MA6. Evi Risna Yanti, SH
 Abdul Muiz Saadih Evi Risna Yanti
7. Abdulloh Khaidir, Lc8. Zahrina Nurbaiti, S.Sos., MM
 Abdullah Khaidir Zahrina Nurbaiti

 
« StartPrev12345678910NextEnd »

Page 1 of 28