Maaf, kami bukan partai murahan seperti itu. Sebelum jadi partai pun kami sudah aktif dalam aksi-aksi kemanusiaan, apalagi untuk Palestina. Jauh sebelum itu, para qiyadah kami sudah menggadai nyawa demi Palestina. Bagi kami, Al-Quds bukan di seberang lautan, melainkan sejarak uluran tangan. Memang hanya sedikit yang bisa kami lakukan, namun Allah Maha Teliti perhitungan-Nya.
Maaf, seandainya yang kami lakukan tempo hari itu dianggap kampanye. Jika kampanye adalah berkumpul, hura-hura, bersorak-sorai, sambil mengenakan atribut partai, maka kami bukanlah partai yang menggantungkan diri pada hal tersebut. Kami hanyalah sekelompok hamba Allah yang sederhana dan mudah dikenali. Jangankan dengan atribut partai, tanpa atribut pun biasanya orang mudah mengenali kami.
By Republika Newsroom Senin, 19 Januari 2009 pukul 07:50:00
LONDON--Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. Anton Apriyantono menegaskan, keberhasilan Indonesia sebagai negara swasembada pangan tahun 2008 dan pemberi bantuan peningkatan kapasitas pertanian kepada Gambia, Tanzania, Timor Leste serta negara-negara Pasifik Barat Daya.
Hal itu disampaikan Mentan RI pada acara Pertemuan tingkat tinggi pertama "Berlin Summit of Agricultural Ministers", di Berlin, kata Sekretaris Satu Pensosbud KBRI Berlin, Agus Priono kepada korespoden ANTARA London, Minggu.
Beberapa metode pe-rank-ingan situs telah dilakukan oleh berbagai pihak. Di antaranya adalah Google (PageRank), Alexa, dan TrustRank (Standford University dan Yahoo!). Metode lain juga ada, khususnya semenjak kemunculan blog, misalnya sistem pe-rank-ingan di Technorati. Pada umumnya per-rank-ingan mereka menerapkan algoritma yang berisi analisa terhadap link-link terkait dengan situs yang bersangkutan. Ranking sebuah situs menentukan popularitas situs tersebut, khususnya terkait dengan kemunculannya di search-engine atau di situs-situs sejenis.
Menyambut HUT ke-16, Harian Umum REPUBLIKA, 4 Januari 2009, mengumumkan anugerah Tokoh Perubahan 2008. Dengan mengambil tema produktivitas, Republika memilih lima tokoh produktif dan reformatif: Anton Apriyantono (Menteri Pertanian), Nur Hassan Wirajuda (Menteri Luar Negeri), A Riawan Amin (CEO Bank Muamalat), Seto Mulyadi (Ketua Komnas Perlindungan Anak), dan Darmin Nasution (Dirjen Pajak).